Dan Lagi, Dengan Rasa Yang Tak Pernah Bisa Hilang~

 


Rindu Yang Tak (pernah) Bertepi…

 

Rindu adalah sebuah perasaan yang kerap dirasakan dalam dada, menghujam tanpa aba-aba, pun tak pernah disangkakan jatuhnya pada siapa.

 

Tapi, apa pernah terbayangkan sebuah rindu yang begitu dalam dan tak pernah-pernahnya bertepi? Seakan sudah diusir-usir tapi tetap saja hadir lagi dan lagi? Sungguh, kini aku merasakannya. Bergelut dalam kelabu dan rumitnya sebuah rindu, rindu pada dia yang tak lagi punyai raga. Wujudnya kini tak ada, yang tinggal hanya kenangan cerita bersama.

Sungguh, rindu macam ini adalah rindu yang paling berat kadar bebannya. Aku rasa, tidak ada sesiapapun yang mau merasakan rindu seberat ini. Tapi, Allah maha penyayang, Allah tahu siapa yang kuat pundak dan hatinya dalam mengemban tugas sejenis ini. Apa aku termasuk yang kuat itu?

 

    Alangkah, aku hanya seorang hamba biasa. Merasa lelah dan kadang kala, bahkan seringnya masih memaki takdir yang sudah ada. Sebab beratnya apa yang dirasakan ini melalaikan jiwa, terlalu perih rasanya, apalagi saat semuanya memuncak. Tak lain yang meledak hanyalah air mata dan dada yang tertatih-tatih kesesakan.

Ya Rabb… rindu ini tak pernah bertepi. Mungkin sampai nanti, sampai aku menemuinya lagi. Dan semoga, engkau meridhoinya…

    Tak pernah jadi bayangan, akan ditinggalkan secepat ini. Ma, anak mu kini sudah jadi gadis yang lebih besar meski memang belum sepenuhnya punya watak dewasa, tapi aku janji akan selalu belajar untuk itu dan segala hal baik lainnya. Ma, rindu ini tak tau lagi akan ku simpan dimana. Bahkan hati dan otakku sudah bosan mendengar dan merasakannya. Tapi gumam ini tak lelahnya memanggil namamu, tangan ini rindu mendekap hangat tubuhmu. Ma, hari-hari menjadi dewasa itu kerap membuatku merasa putus asa dan lemah, semua terasa lebih berat terlebih setelah kepergianmu.

Mulanya, memang aku tak begitu paham arti kehilangan itu bagaimana. Tapi seiring tumbuh dan kembangku dari hari ke hari, kini aku mulai paham… bahwa hadirmu begitu amat ku butuhkan, ma. Aku tak membenci takdir yang memilih kita untuk disinggahinya, tapi aku benci rindu ini yang kian hari pun kian tak ada habis-habisnya.


Rindu, tak pernah mau untuk bertepi barang sesaat saja.

 

@isnisestilaaa 

 

Comments

Popular posts from this blog

Sepasang Kekasih yang Mencinta sampai Maut yang menjadi Sekatnya

cerita yang tak pernah ada niat dibukukan namun selalu hadir dalam ingatan