Sepasang Kekasih yang Mencinta sampai Maut yang menjadi Sekatnya


Cinta  yang  hebat…

Ini lebih dari sekedar kisah roman picisan biasa~
Jauh lebih manis dari pada gulali,
Pun jauh lebih nyata dari romeo dan Juliet
Karena ini, kisah sepasang kekasih yang saling mengasihi
Bukti cinta yang tak sekedar dongeng belaka,
Ini benar ada, tanpa rekayasa apa-apa
Kisah kasih sepasang kekasih yang mencintai
Sampai akhirnya maut yang menjadi sekat diantara mereka


Aku tak tahu jelas bagaimana awal perjumpaan mereka saat itu, yang pasti takdir Tuhan yang sudah tersusun akan penyatuan mereka lah yang ku yakini. Tanpa menebak-nebak bagaimana kisahnya, memang itu yang terjadi.

Seorang anak lelaki yang aku tau dia berasal dari kampung yang jauh sana, dengan budaya yang kental dan kisah hidup yang kecut yang menjadikannya seorang yang perkasa dan tahan banting, punya wajah yang tampan dengan kulit yang tak hitam dilengkapi ikalnya rambut. Dialah, ayahku. Kemudian, seorang gadis manis yang punya kulit bersih dan putih bersinar, berasal dari kampung juga. Dari adat yang memang tak begitu cair, pun dari kisah yang juga tak begitu manis, tapi menjadikan dia seorang idaman dengan perangainya yang lembut dan hangat. Perkenalkan, itu mamaku.

Ini, adalah kisah cinta dua insan yang mulanya tak saling mengenal. Dua makhluk yang punya personality berbeda bahkan bisa dibilang “jomplang” tapi, itulah gunanya Tuhan menyatukan mereka, untuk saling melengkapi.

Aku tak tau harus memulai cerita ini darimana, karena benar-benar tak tau percis macam apa mereka saling jumpa dan kemudian mencinta. Yang pasti, kisah mereka setelahnya yang ku tahu, setelah cinta itu bersatu dan terjalin. Kata seseorang kepadaku, berucap kalau ayahku ini sedari dulu memang sudah mengincar mama, ada satu kebiasaan yang ayah dan mama lakukan saat sebelum menikah. Saat itu, mama masih bekerja disuatu pabrik yang tak begitu jauh dari toko usaha milik ayah. Selepas mama pulang kerja, ayah selalu menyempatkan untuk menjemput mama dan mengantar ke kontrakannya, sesekali mama dibawa ke toko dan menemani ayah. Pernah suatu masa, katanya saat ayah menjemput mama, ternyata ada seorang lelaki lain yang menggoda mama dan menawarkan mama boncengan pulang. Ayah yang melihatnya mungkin geram karena cemburu, kemudian ada fase dimana ayah semacam begaduh dengan lelaki itu, ceritanya memperebutkan mama. Ah lucu sekali kisah ini, kalau diliat mungkin karna takutnya ayah kehilangan mama. Dasar anak muda dimabuk cinta. AHAHAHA…

Singkatnya, mama dan ayah kemudian memutuskan untuk menikah. Mama berhenti bekerja dan membantu ayah usaha di tokonya. Pada saat itu, toko ayah masih kecil dan belum banyak memiliki harta. Tapi mama, dengan sabar mendampingi ayah tanpa keluh dan kesah. Alangkah sebuah perjalanan cinta yang harus ditiru. Tak lama, selang sebulan pernikahan mama mengandungku diperutnya. Aku akan segera hadir didunia gaes wkwkwk… horeeeyyy. Kemudian aku tak tau jelasnya bagaimana, kan aku  masih bayi. Jadi, pembahasannya kita lanjut. Aku tau cinta ayah kepada mama begitu besar, pun juga mama kepada ayah. Aku yakin, semua pasangan pun begitu namun cara penyampaiannya saja yang berbeda. Logikanya kan kalau tidak saling cinta kenapa menikah? Iyakan iyakan iyakaaannn…

Ayah adalah tipe lelaki yang tidak romantic sama sekali, sama seperti lelaki biasanya ayahpun cuek dan jarang ngomong. Mungkin aku tak pernah dengar ayah bilang kata “sayang” didepanku kepada mama atau kepadaku sendiri, sesadarnya aku. Tapi, kasih sayang ayah sangat Nampak dalam setiap perbuatannya. Dia adalah tipe lelaki yang langsung pada bukti bukan bualan (aku harap suamiku juga nanti begini, eh tapi romantic juga perlu sih. Yaudah yang terbaik aja deh wkwkwk). Dan mama, adalah tipe wanita penyabar dan lemah lembut, tapi tegas! Pantang anaknya melakukan kesalahan beliau langsung tegas menghakimi dan seketika jadi wasit. Ah tapi ini yang aku rindui, saat selepas mama pergi. Oke kembali lagi, mama pun bukan tipe wanita yang harus dirayu-rayu atau dimanis-manisi, tapi sama bentuk cintanya ada pada setiap perbuatannya. Mama yang selalu patuh pada keputusan-keputusan ayah, mama yang tak pernah tinggal mendoakan ayah juga kami, mama yang selalu berusaha menyajikan yang terbaik bagi kami. Tiada lagi bentuk cinta yang paling baik selain cintanya mama dan ayah.

Kemudian, entah ada angin apa. Setelah mama melahirkan adikku ditahun 2009, mama jadi sering sakit. Mungkin factor usianya juga, mama memang kata nenek sejak kecil payah makan dan tak suka buah. Oke skip. Lantas, masuk rumah sakit sudah jadi kebiasaan kami selepas itu. Kadang, mama memaksa untuk dirawat dirumah saja dan menolak ke RS. Maka dari sini aku tau perjalanan cinta ayah dan mama. Saat sakitnya, mama dapat cinta yang begitu besar dari ayah, pun sama seperti sebelum-sebelumnya. Tapi kali ini, aku sebagai anaknya yang secara nyata melihat secara gamblang bagaimana. Ayah yang sabar merawat mama, ayah yang tak pernah berkeluh kesah akan takdir sakit mama. Ayah yang setia mendampingi mama saat sehat dan sakitnya, begitupun mama kepada ayah. Dua insan ini, saling mengasihi.

Disaat lelaki lain mungkin bosan merawat istrinya yang sakit-sakitan tapi ada satu lelaki yang berjuang mendampingi pasangannya sampai sebuh. Begitulah, cinta yang hebat. Mungkin tidak hanya beliau yang begitu, aku tau masih banyak juga yang sama. Namun, disini aku tau kalau cinta yang hebat itu memang tak lekang oleh apapun sekalipun keadaan yang sempit. Sakit, sehat, baik dan buruk pasangan adalah sebuah cinta yang memang harus dirawat setulus mungkin sampai akhir hayat.

Aku yang melihat ayah merawat mama, merasakan begitu hebatnya cinta yang diberi. Tanpa syarat, tanpa pamrih. Tak jarang, air mataku terjun dari pelupuk mata setiap kali melihat mereka berdua. Aku tau, mama tak mau merepotkan sesiapun saat sakitnya termasuk ayahku. Tapi, ayah yang begitu besar cinta dan kasih sayangnya tak mau bidadarinya merasa berjuang sendiri. Pun aku tau, tenaga, emosi, materi dan badan beliau sendiri pun terkuras habis akan ujian itu tapi sekali lagi, mereka berjuang sama-sama, dengan cinta dengan kasih sayang. Mama adalah seorang bidadari yang beruntung memiliki kekasih seperti ayah. Meski begitu, keduanya pun adalah seorang manusia, tak luput dari salah dan dosa juga tempatnya kekurangan bersarang.

Cinta itu tak pernah surut, cinta itu tak pernah pudar. Sampai detik ini. Sekalipun ayah sudah tidak lagi merawat mama yang sakit. Tapi cinta ayah masih bersarang pada mama. Tak hilang ataupun berkurang. Perjuangan ayah dan mama harus diistirahatkan dulu oleh kepergian. Kini, ayah seorang diri tanpa mama, tapi cintanya masih utuh dan hebat. Aku masih merasakan itu. Selebih baiknya siapapun yang datang dan menggantikan, aku yakin hatinya tak kemana-mana. Dan ini, adalah cinta paling hebat yang pernah aku lihat dengan mata dan juga hatiku sendiri. Dan semoga nanti, siapapun yang datang untuk melengkapi aku, juga semoga punya cinta yang hebat.



Comments

Popular posts from this blog

Dan Lagi, Dengan Rasa Yang Tak Pernah Bisa Hilang~

cerita yang tak pernah ada niat dibukukan namun selalu hadir dalam ingatan